Dua ASN Tanah Bumbu Ikuti Pelatihan Kepemimpinan Selama Empat Bulan

Batulicin, Dinamikaberita.com – Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu mengirimkan dua Aparatur Sipil Negara (ASN) terbaiknya untuk mengikuti Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II Angkatan XVIII Tahun 2026.

Hal ini bertujuan untuk mencetak kader birokrasi yang adaptif, inovatif, serta berorientasi penuh pada mutu pelayanan publik.

Dukungan penuh mengalir langsung dari Bupati Tanah Bumbu Andi Rudi Latif. Pihaknya berharap partisipasi utusan daerah ini mampu membawa pulang terobosan baru dalam mengakselerasi reformasi birokrasi demi menyokong roda pembangunan berkelanjutan di Bumi Bersujud.

“Melalui Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN), Pemkab Tanah Bumbu berharap mampu meningkatkan kompetensi kepemimpinan strategis guna mendukung penyelenggaraan pemerintahan yang lebih inovatif, adaptif, dan berorientasi pada pelayanan publik,” ujar Bupati Andi Rudi Latif, Jumat (12/6/2026).

Adapun agenda kedinasan skala nasional ini dibuka secara resmi oleh Gubernur Kalsel H. Muhidin di Aula Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BPSDMD) Provinsi Kalimantan Selatan, Banjarbaru, Rabu (10/6/2026) lalu.

Dalam sambutannya, H. Muhidin menegaskan pentingnya pejabat pemerintah harian untuk menumbuhkan pola pikir sistematis dan keluar dari zona nyaman. Aparatur dituntut bergerak lebih cepat, kreatif, serta peka terhadap dinamika perubahan sosial ekonomi masyarakat.

Di sisi lain, Kepala BPSDMD Kalsel Faried Fakhmansyah merincikan bahwa diklat kepemimpinan ini dijadwalkan berlangsung selama empat bulan ke depan, terhitung sejak 10 Juni hingga 15 Oktober 2026.

Metode penggemblengan harian menerapkan pola blended learning, yang mengombinasikan agenda pengelolaan diri, manajemen strategis, hingga aksi aktualisasi kepemimpinan.

Sebanyak 60 pejabat teras dari lingkup Pemprov Kalsel, kabupaten/kota se-Kalsel, hingga perwakilan Kabupaten Kapuas turut ambil bagian dalam angkatan ini.

Tahun ini, PKN Angkatan XVIII menyoroti tema krusial mengenai tata kelola pemerintahan yang adaptif dalam memitigasi isu ketahanan pangan, manajemen bencana, pemeliharaan energi, hingga pertumbuhan ekonomi makro daerah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *