Batulicin, Dinamikaberita.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tanah Bumbu melalui Dinas Sosial berkomitmen penuh memperkuat kualitas pelayanan publik di sektor sosial dengan mendongkrak kapasitas para pelaku dan relawan kemanusiaan di daerah.
Upaya strategis ini diwujudkan melalui perhelatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Peningkatan Kapasitas Potensi Sumber Kesejahteraan Sosial (PSKS) Tahun 2026 yang berlangsung hingga Minggu (12/7/2026).
Menyampaikan sambutan tertulis Bupati Andi Rudi Latif, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Tanah Bumbu, Liana Hamita, menegaskan bahwa urusan penyelenggaraan kesejahteraan sosial bukanlah tugas tunggal pemerintah semata. Melainkan sebuah tanggung jawab kolektif yang melibatkan dunia usaha dan elemen masyarakat.
“Pemerintah memiliki kewajiban menghadirkan kebijakan dan pelayanan yang berpihak kepada masyarakat. Namun, keberhasilan pembangunan kesejahteraan sosial tidak akan terwujud tanpa dukungan aktif seluruh elemen masyarakat,” ujar Liana Hamita.
Lebih lanjut, Liana memaparkan bahwa unsur PSKS seperti relawan sosial, Karang Taruna, Taruna Siaga Bencana (TAGANA), Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK), hingga Pekerja Sosial Masyarakat (PSM) merupakan garda terdepan dalam penanganan konflik sosial di Bumi Bersujud.
Di tengah tantangan zaman yang kian kompleks—mulai dari problem kemiskinan, disabilitas, penanganan kelompok rentan, hingga mitigasi korban bencana—seluruh pilar sosial ini dituntut memiliki kompetensi teknis yang profesional, berintegritas, serta mampu memberikan respons pelayanan kemanusiaan secara cepat dan tepat sasaran.
Komitmen penguatan aspek sosial ini juga ditegaskan sebagai bagian mutlak dari perwujudan visi daerah menuju Tanah Bumbu yang Maju, Makmur, dan Beradab.
Pemkab Tanah Bumbu memandang keberhasilan pembangunan daerah tidak semata-mata diukur dari indikator pertumbuhan ekonomi dan kemegahan infrastruktur fisik, melainkan dari meratanya perlindungan jaminan sosial dan kuatnya solidaritas antar-warga.
Selama agenda bimtek, para peserta digembleng secara intensif dengan materi peningkatan kapasitas yang dipaparkan langsung oleh Kepala BBPPKS pada hari pertama, serta dilanjutkan oleh narasumber ahli dari Kementerian Sosial Republik Indonesia pada hari kedua.











