Batulicin, Dinamikaberita.com – Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu menggelar Rapat Pleno Penetapan Siswa Sekolah Rakyat Permanen sebagai langkah konkret persiapan pelaksanaan program Sekolah Rakyat di wilayah tersebut.
Agenda krusial ini dibuka secara resmi oleh Bupati Tanah Bumbu, Andi Rudi Latif, yang diwakili oleh Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Kesra), M. Putu Wisnu Wardhana, bertempat di Ruang Sekretariat PKH Dinas Sosial Tanah Bumbu belum lama ini.
Pertemuan taktis ini dihadiri oleh Kepala Dinas Sosial Tanah Bumbu Liana Hamita, Kepala Dinas Pendidikan Amiluddin, serta seluruh pengurus Program Keluarga Harapan (PKH) dari berbagai kecamatan se-Kabupaten Tanah Bumbu.
Fokus utama dalam rapat pleno tersebut adalah melakukan verifikasi faktual terhadap anak-anak yang terdata dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) untuk disaring menjadi calon peserta didik di Sekolah Rakyat Permanen yang dinilai paling layak menerima bantuan pendidikan.
Membacakan amanat tertulis dari Bupati Andi Rudi Latif, M. Putu Wisnu Wardhana menegaskan bahwa jajaran Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu berkomitmen penuh untuk mengawal kesuksesan program ini. Dukungan berkala disiapkan mulai dari skema penerimaan siswa baru, ketersediaan tenaga pendidik yang kompeten, hingga fasilitas penunjang kegiatan belajar mengajar (KBM) di lapangan.
“Pemerintah daerah menyatakan sangat mendukung dan siap melaksanakan proses belajar mengajar pada tahun ini. Sehingga program Sekolah Rakyat dapat berjalan dengan baik,” ujar Wisnu.
Lebih lanjut, Bupati Andi Rudi Latif melalui Asisten I turut menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh pemangku kepentingan yang terlibat aktif dalam proses penetapan klaster Sekolah Rakyat Permanen ini.
Program inovatif ini diproyeksikan mampu memberikan dampak positif yang masif bagi masyarakat rentan, khususnya anak-anak yang berada dalam kategori DTSEN 1 dan DTSEN 2.
Melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) sejak dini, Sekolah Rakyat diharapkan menjadi instrumen strategis untuk memperluas akses pendidikan setara bagi keluarga kurang mampu sekaligus memutus rantai kemiskinan di Bumi Bersujud.






